Apapun Sepedanya Kostumnya Tetap Batik
Diakuinya batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia oleh dunia Internasional yang dikukuhkan pada tanggal 2 Oktober 2009, pada hari Jum’at. Berikut ini adalah budaya-budaya yang diakui oleh UNESCO sebagai budaya Indonesia antara lain : Wayang Kulit, Keris dan Batik. Dan pada akhirnya pada tanggal 2 Oktober di tetapkan menjadi Hari Batik Nasional.
Aksi memakai batik yang dilakukan serempak se nusantara untuk memperingati dipatenkannya batik oleh Organisasi Dunia Urusan Pendidikan, Sains, dan Budaya PBB – Unesco (United Educational, Scientific, and Culture Organization) di Paris, Prancis juga dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur oleh berbagai komunitas sepeda diantaranya perwakilan dari Bike To Work chapter Samarinda, Samarinda Low Rider Community (S.L.R.C) dan Bubuhan Onthel Mahakam (B.O.M).
Pada hari Jum’at pagi kita memperingatinya dengan bersepeda bersama memakai kostum batik. Rute dari tempat ngumpul aksi di Tepian Mahakam, di seberang Kantor Gubernur, Jl. Gajah Mada, Samarinda menuju Gor Segiri, Jl. Kusuma Bangsa, Samarinda. Aksi yang dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir kurang lebih pada pukul 08.30 pagi. Selama aksi berlangsung kita banyak mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat yang menyaksikan.
Sebelum berangkat konvoi kita menyempatkan diri untuk foto bareng, lihat ada berbagai jenis sepeda ikut dalam aksi ini, Ada sepeda Gunung (MTB), sepeda Onthel Tua, Sepeda Low Rider. Apapun sepedanya kostumnya tetap batik.
Spanduk sudah disiapkan dan dibuatkan oleh kawan-kawan Bike To Work, Chapter Samarinda, bunyinya : Mari Jaga…dan Lestarikan Alam Seni Dan Budaya Asli Indonesia.
Kawan-kawan perwakilan dari berbagai komunitas sepeda di Samarinda diantaranya adalah Bike To Work chapter Samarinda, Samarinda Low Rider Community (S.L.R.C), Bubuhan Onthel Mahakam (B.O.M).
Mas Sopian (koordinator aksi dari Bike To Work) nomer 2 dari sebelah kiri saya.
Gadis-gadis tetap modis memakai batik.
Kita siap-siap meninggalkan Tepian Mahakam di seberang Kantor Gubernur Samarinda menuju Gor Segiri, Samarinda.
Kita bukan ke acara undangan atau ke acara resmi lho…
Bersepeda memakai batik ini baru pertama kali dilakukan.
Bersepeda bersama memakai batik cukup keren juga dan masyarakat senang juga melihat kita.
Yang paling banyak mengikuti acara ini adalah kawan-kawan yang memakai sepeda gunung MTB dari Komunitas Bike To Work chapter Samarinda.
Menjadi pusat perhatian masyarakat di jalan.
Kawan-kawan Low Rider di belakang.
Ada juga kawan-kawan yang menggunakan kendaraan bermotor yang suport aksi kita dengan menggunakan batik juga.
Keren juga pake Scooter dan pake batik, generasi retro batik. Terima kasih ya…mbak puji dari perwakilan Parkour Samarinda mau foto-fotoin kita sebagai dokumentasi.
Sebelum bubaran kita foto bareng dulu untuk kenang-kenangan. Dan Tanggal 02 Oktober ini ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.
Kita generasi muda harus menghargai warisan budaya asli Indonesia, pake batik tetap bisa gaya kok.
Ehhh ada Mobil Polisi mendatangi kita tiba-tiba, ternyata bapak-bapak yang ada di mobil patroli ini cuma nanyakan tentang aksi kita, wah ketinggalan berita ternyata pak polisi ini.

wah. .
keren – keren tuh, emang bener kita harus menjaga budaya indonesia, biar gak di colong sama negara lain. .
cepet-cepet dipatenkan
kanak muda pake batik keren lho, ayo budayakan berbatik dan bersepeda di indonesia
iya dong, gak malu-maluin dan bisa tampil beda
guys, mau tnya nih..toko sepeda hrgax pling “miring” di samarinda dmna ya..? alx dr dlu pngen pnya speda bagus tp blm ksmpean
thanks be4..
dimana ya coba ke toko sepda yang di jalan antasari dekat simpangan jalan yang mau ke jalan baru tembus perumahan grand mahakam.
[...] Apapun Sepedanya Kostumnya Tetap Batik [...]
Gathering Outsider SAMARINDA | kicingzorald dibahas juga di dalam 9 Desember 2011 pada 10:43 am |