Wing Sentot Irawan, Seniman Bersepeda Keliling Indonesia, Mampir Juga Di Samarinda


CINTA LINGKUNGAN: Dengan sepeda, Wing mengelilingi Indonesia

Bersepeda mengasyikkan bagi sebagian orang. Tapi kalau harus mengayuh hingga keliling Indonesia, tentu tak banyak yang bersedia. Demi misi lingkungan, Wing Sentot Irawan meninggalkan kesehariannya menelusuri berbagai daerah di Tanah Air.

RAMBUTNYA ikal gondrong sebahu. Sebagian sudah mulai memutih. Celana pendek berkantong depan yang dikenakan terlihat pas dengan sepasang sandal gunung di kakinya. Ia bukanlah pendaki, melainkan seniman yang tengah menjalankan misinya, menyosialisasikan penyelamatan lingkungan menyambut Hari Bumi tanggal 22 April mendatang.
“Target saya akan menuntaskan keliling nasional ini tepat tanggal 22 April untuk kembali ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena bertepatan dengan Hari Bumi yang akan saya rayakan dengan seniman lokal NTB,” ujar Wing ketika ditemui Kaltim Post di pelataran kantor Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Balikpapan siang kemarin.
Wing Sentot baru saja menempuh perjalanan jauh dari Sulawesi Tenggara. Pria berusia 44 tahun ini memulai berkeliling dengan sepeda sejak tahun 2007 silam. Diawali dari kampung halamannya Sumbawa, lalu ke Dompu, Bima, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Tidore, Sorong, Papua, dan Ambon. Rencananya, ia akan melanjutkan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda, Tenggarong, Bontang, dan Sangatta. Berikutnya ia akan ke Kalteng, Kalsel, dan Kalbar.
“Dari Kalimantan, saya akan ke Semarang, dan beberapa kota lain. Saya berharap tanggal 22 April sudah sampai di Sumbawa,” tuturnya.
Setelah misi nasional selesai, ia berencana akan melakukan perjalanan serupa di tingkat Asean. “Tergantung proposal saya cair apa tidak ke Polygon (merk sepeda),” ucapnya.
Di setiap kota yang disinggahi, Wing selalu menyosialisasikan gerakan penanaman pohon melalui media lokal setempat. Selain itu, ia selalu berusaha berinteraksi dengan seniman lokal masing-masing daerah. “Saya akan sangat senang jika diberi kesempatan memberikan workshop teater di sanggar teater yang ada di daerah,” sebutnya.
Dari workshop, ia sekaligus berharap mendapatkan honor untuk membantu membiayai kebutuhan perjalanannya. “Jumlah tidak jadi masalah yang penting halal,” katanya.
Di Kaltim sendiri, Wing mengaku sangat berharap bisa bertemu seniman lokal. Tujuannya, untuk mempelajari alat musik sampek khas Dayak. “Mudah-mudahan di Tenggarong saya bisa mempelajarinya,” harapnya.
Berkeliling Indonesia dengan sepeda pasti ada suka dan dukanya. Terutama saat kehabisan uang di tengah perjalanan, tentu akan terasa menyedihkan baginya. “Mau tidak mau saya kadang minta sama pejabat pemerintahan. Padahal, saya tidak pernah berniat meminta. Tapi kalau terpaksa, yah apa boleh buat,” tuturnya.
Saat ditanya jumlah isi kantongnya, Wing mengaku memiliki uang Rp 150.000. Menurutnya, ia membutuhkan sekira Rp 500.000 untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Tenggarong. “Yah itulah saya belum tahu gimana mendapatkannya. Mungkin saya akan temui Wakil Wali Kota Balikpapan. Mudah-mudahan beliau berbaik hati,” ungkapnya.
Kehidupan bujang ini sebelumnya bukannya sulit. Sejak awal tahun 1990an, sarjana diploma dua ini adalah seorang guru Bahasa Inggris SMP 2 Sukamulya, Lombok. “Tapi batin saya tidak sesuai dengan profesi itu. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti jadi guru dan beralih jadi seniman,” paparnya.
Berita dari koran Kaltim Post, terbitan Selasa, 12 Januari 2010
………………………………………………………………………..
Tgl. 13 Januari 2010, Beliau meneruskan perjalanan ke Samarinda. Berangkat dari Balikpapan kurang lebih jam 6 pagi dan sampai di Samarinda, Kalimantan Timur, jam 6 sore (jam 18 an). Sampai di Samarinda, di jembatan Mahakam beliau dijemput oleh Ketua Onthelis Samarinda “BUBUHAN ONTHEL MAHAKAM”, Pak Iwan. Perjalanan dilanjutkan bersepeda berdua ke rumah kediaman Pak Iwan yang juga menjadi Sekretariat BOM, Jl. Angsoka No. 44, Samarinda.
Pak wing baru nyampe di Samarinda hari Rabu, tgl. 13 Januari 2010 kurang lebih jam 6 sore (18 an). Inilah sosok beliau, rambut gondrong, ngengkol sepeda pakai sandal gunung. Nama lengkap beliau adalah Wing sentot Irawan. Telah berumur 44 tahun, asal Magelang. No Hp beliau 085244357767. Silahkan kawan-kawan yang ingin menghubungi beliau untuk bercerita, bertanya sedang di mana sekarang, ngajak jalan-jalan, ditelephone aja.

Saya kira nih sepeda dan dana perjalanan dapat sponsor dari POLYGON. Ternyata tidak. Nih sepeda MTB warna merah beli dari penggantian uang Asuransi ketika beliau kecelakaan di Jawa dalam perjalanan keliling Indonesia. Kecelakaan sampai tak sadar kan diri, ditabrak dengan sepeda motor. Untung saja tidak jadi korban tabrak lari. Setelah itu Vacum sejenak, kembali ke kampung halaman di NTB. Dan sekarang melanjutkan kembali perjalanan keliling Indonesia.
Dana perjalanan dari kantong pribadi tapi misalkan kehabisan dana untuk perjalanan selanjutnya beliau berharap ada yang memberi bantuan. Pihak Pemerintah misalnya. Perjalanan antar pulau yang harus melewati laut dengan transportasi kapal tetap bayar tiket perjalanan, tidak ada yang gratis.
Mudah-mudahan proposal beliau tembus ke Polygon untuk perjalanan selanjutnya keliling ASEAN.
Kawan-kawan Bike To Work Samarinda, Bang Sophian dan kawan-kawan datang untuk bersilahtuhrahmi menemui beliau. Kabar ini kami sengaja sampaikan ke kawan-kawan pecinta sepeda di Samarinda.
Pak Wing sementara menginap di rumahnya Pak Iwan (dekat RS Darjat) kurang lebih semingguan saja. Setelah itu beliau pengen melanjutkan perjalanan ke Tenggarong lewat sungai Mahakam memakai kapal. Kepengen merasakan perjalanan melewati sungai. Setelah itu balik kembali ke BPP-ke Kalsel-Kalteng-Kalbar-Ke Semarang.
Cerita pengen belajar memainkan alat musik semacam gitar dari kalimantan (alat musik SAMPEK dari suku dayak Kalimantan), Pengen juga nanti kalao ada rejeki bisa bawa pulang untuk oleh-oleh dan memainkannya dengan senimal lokal NTB).
Pak Wing dan tuan rumah Pak Iwan (Ketua BOM). Makan, tidur, cuci baju di sini. Bagi kawan-kawan yang ingin bersilahtuhrahmi, silahkan datang.
Banyak cerita menarik yang kami dapat dari selama perjalanan beliau. diantaranya kami kami sempat tangkap dari cerita beliau Ketika melewati jembatan Mahakam, melihat sungai Mahakam, melihat Masjid-masjid di dekat pinggir sungai Mahakam, pikiran terlintas melihat itu semua seakan-akan berada di Malaysia, padahal beliau belum ke Malaysia. Berangkat dari BPP kurang lebih jam 6 pagi sampai Samarinda jam 6 sore, selama perjalanan beliau sempat takjub ketika melihat penampakan Burung Enggang (Burung langka dari Kalimantan).
Cerita banyak tentang kota-kota di daerah-daerah. Ketika memasuki Samarinda terkesan kumuh menurut beliau dan Cerita tentang kota minyak Balikpapan, kota yang bagus beda sekali dengan daerah lainnya. Sambil cerita kami juga ditemanin oleh rokok, teh, air aqua, martabak pemberian dari pakle Amat Martabak (anggota onthel samarinda BOM).
Pak Wing Foto dengan Pakle Amat Martabak (Anggota Onthel Samarinda “BOM”). Terima kasih Pakle Amat membawakan Martabak buatan beliau.
Saya (Mad Lori / Mad Gazelle) baru bisa menemui beliau jam 10 malam, karena jagain anakku dulu, istri kerja, ibuku nganter adikku.
Bawa sepeda low rider cruiser ijo ku dan berfoto dengan beliau menjadi kenangan tak terlupakan, apalagi denger cerita-cerita beliau, saya sangat takjub mendengarnya.
Ternyata pak Wing ini tidak ada keahlian memperbaiki sepeda, tetap semangat untuk berpetualang. Sempat Ban bocor cuma bawa tambalan tapi lupa bawa lemnya, ya kempes terus akhirnya. Pusing kepala beliau tau harga spare part untuk sepeda gunung, bikin kantong robek. belum sempat ganti ban beliau, ban sampai gundul yang bagian depan, tapi terus jalan.
Hujan kehujanan, panas kepanasan, melewati daerah bergunung-gunung yang sangat menantang, sampai ketemu hewan langka semacam gorilla di hutan di daerah pegunungan. Rute Balikpapan – Samarinda melewati daerah berbukit-bukit, menurut beliau belum seberapa, masih asyik untuk digenjot terus. Bagus untuk kawan-kawan yang ingin bersepeda melewati jalur ini, yah kira-kira 3 bulan sekali melakukan perjalanan Samarinda-Balikpapan dengan sepeda, baik sekali untuk pikiran dan sirkulasi di tubuh kita, menurut beliau.

~ oleh samarindalowridercommunity pada 15 Januari 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: