Harga Sepeda Capai Rp. 7 Juta, Sulit Cari Suku Cadang


Kaltim Post

Lebih Dekat dengan Komunitas Samarinda Low Rider Community

HARGA SEPEDA CAPAI RP. 7 JUTA, SULIT CARI SUKU CADANG

Sejak diperkenalkan pelopornya, the “Custom” king George Barris tahun 60-an di Amerika, sepeda low rider menjadi trendsetter bagi kalangan muda Amerika. Di Kota Tepian, sepeda yang memiliki keunikan pada frame (rangka sepedanya) ini juga menjadi tren sebagaian warga kota.

PUNYA KOMUNITAS : Sepeda low rider tak hanya digemari remaja, tapi juga kalangan eksekutif muda.

SEJAK awal 2008 lalu, sepeda low rider sudah merambah Samarinda. Dipelopori beberapa remaja lokal yang bekerja di salah satu distro, di kawasan Samarinda Utara, sepeda serupa Harley Davidson ini menjadi gengsi bagi pemakainya.

Gentur Wibisono anggota Low Rider Samarinda menyebut, untuk 1 buah sepeda low rider bisa berkisar jutaan rupiah. Menurutnya, mahalnya harga sepeda dilihat dari keunikan rangka serta aksesoris yang terdapat di sepeda. Seperti velg hingga sparepart (suku cadang). Bahkan menurut pria bertubuh gempal ini, mahalnya harga sepeda bisa diukur dari merknya.

“Kalau sepeda low rider yang murah, biasanya dari pabrik China. Itupun lisensinya Amerika. Seperti merk Michargi yang harganya di bawah Rp. 6 juta,” sebutnya. Menurutnya, sepeda yang paling mahal di komunitas yang biasa mangkal di halaman GOR Segiri ini senilai Rp. 7 juta dengan jenis Long Beach Cruiser.

“Khusus untuk rangka, teman-teman ada yang memesan lewat browsing di internet hingga hanting langsung ke pulau Jawa. Tapi kebanyakan ada juga yang buat rangkanya sendiri dari besi-besi yang tidak terpakai, “ terangnya, saat dijumpai dihalaman GOR Segiri, minggu malam lalu.

Selain Gentur, anggota komunitas Low Rider lain, Achmad Zulkarnain (Mad Lori) mengatakan, ciri yang menonjol dari sepeda ini tak hanya terdapat pada rangkanya. Tetapi juga pada setang sepeda.

Ada yang memiliki setang tinggi (apehanger handlebar) dan lebar. Ada pula garpu depannya panjang ke depan hampir menyentuh tanah dengan sadel model pisang (banana seat) dengan kombinasi sandarannya (sissy bar). “Untuk framenya, kami biasa menggunakan model pelangi (rainbow bent frame). Namun ada juga ekstrim. Dengan setang tinggi dan fork panjang melengkung dengan menggunakan per (bent springer fork, Red.) yang mirip motor tua,” katanya.

Kendati demikian, para Low Rider lokal ini mengaku kesulitan mencari sparepart sepeda. Pasalnya, tak banyak toko dan bengkel sepeda di Samarinda yang menjual.

“Jadi, kami biasanya hunting ke pasar tradisional mencari sparepart yang cocok. Walau tidak asli, tapi setidaknya bisa mengganti sparepart yang sudah rusak. Seperti spion,” tandasnya. Untuk diketahui, sepeda low rider memiliki beberapa aliran. Diantaranya Low Rider Bicycle, Chopper, Stretch dan Beach Cruiser. (faisal)

~ oleh samarindalowridercommunity pada 14 Februari 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: