Komunitas Sepeda Onthel dan Low Rider Meriahkan Peringatan Merah Putih di Sangasanga


Onthel dan Low Rider Meriahkan Peringatan Merah Putih di Sangasanga

KNPI Sangasanga Mengundang Komunitas Sepeda Tua : Bubuhan Onthel Mahakam dari Samarinda, Onthel 99 Club dari Sangasanga dan Komunitas Sepeda Low Rider : Samarinda Low Rider Community untuk turut serta memeriahkan peringatan Merah Putih di Sangasanga, Kalimantan Timur. Acara berlangsung bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Raya Imlek (2560) yang jatuh pada Hari Senin, tanggal 26 Januari 2009.

Untuk pertama kalinya juga komunitas sepeda bisa ikut meramaikan acara tersebut. Peserta dari komunitas sepeda yang hadir mencapai kurang lebih 60 orang. Bertepatan juga munculnya club sepeda onthel dengan nama Onthel 99 Club dengan ketua sementara Mas Dedi (Jendral Dedi Naga Bonar From Sanga-sanga)img000352

Mas Dedi (Ketua Sementara Onthel 99 Club) dan Mas Yudi (Ketua BOM)

dan diresmikan dengan selamatan potong tumpeng. Selamat ya buat Onthel 99 Club, dan punya slogan “Selamatkan Bumi dengan Sepeda”.

Sanga-sanga banyak telah dilupakan orang, saya sendiri saja belum pernah ke sana tapi tau namanya saja. Saya sebenarnya ingin sekali berangkat ke sana dengan kawan-kawan onthelis Samarinda, tapi berhubung ada halangan karena istri saya baru melahirkan jadi saya masih nungguin di rumah sakit. Jadi penting juga kita onthelis jalan-jalan ke Sanga-sanga. Napak tilas ke tempat – tempat bersejarah dengan bersepeda mengitari daerah yang namanya Sanga-sanga. Untuk lebih jelasnya kita harus mengerti dulu dengan daerah Sanga-sanga.

monumenperjuanganmerahputihsanga-sanga

Kawasan Monumen Palagan Sanga-Sanga

sebagai bukti sejarah perjuangan rakyat Kaltim

Di Sanga-Sanga terdapat 11 situs bersejarah, diantaranya tempat pembantaian pada masa perang kemerdekaan, benteng pertahanan, termasuk tugu Sanga-Sanga Muara, penjara tua, Adapun peninggalan sejarah yang terkenal di daerah ini adalah peninggalan Belanda, Jepang, Tugu Merah Putih, Monumen Perjuangan, Taman Makam Pahlawan, dan Sumur Minyak Tua dan beberapa peninggalan sejarah lain yang berada di dalam Museum Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga.

KALIMANTAN Timur (Kaltim) ternyata menyimpan banyak sejarah perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. Diantara catatan sejarah perjuangan masyarakat Kaltim merebut kemerdekaan Indonesia adalah perlawanan rakyat Sanga-Sanga menggulingkan Pemerintahan Kolonial Belanda pada 27 Januari 1947.

Peristiwa heroik yang lebih dikenal sebagai Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga mengusir kolonial dari Tanah Air itu merupakan peristiwa bersejarah yang hingga kini terus diperingati masyarakat Kaltim setiap 27 Januari.

Ketika itu, tidak sedikit pengorbanan rakyat Sanga-Sanga mempertahankan harga diri bangsa ini. Jiwa dan harta dipertaruhkan untuk mempertahankan Sanga-Sanga dan sekitarnya dari cengkraman kolonialisme. Para pejuang yang saat itu tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) sadar bahwa kemerdekaan adalah hak azasi setiap bangsa yang harus dipertahankan dan direbut.

Melawan dan bertahan hingga darah terakhir adalah harga mati dalam perjuangan Merah Putih, ketika itu. Tujuan terakhir, Indonesia merdeka. Perjuangan Merah Putih rakyat Sanga-Sanga adalah potret, betapa tidak relanya masyarakat lokal ketika itu harus terus dijajah. Penjajahan hanya akan melahirkan penderitaan rakyat. Hal ini sekaligus menegaskan, bahwa keinginan merdeka dari penindasan kolonial ternyata telah menjadi komitmen seluruh bangsa di nusantara ini. Termasuk peristiwa heroik rakyat Sanga-Sanga mengusir Belanda.

Tercatat dalam sejarahnya, keinginan Belanda menguasai wilayah Sanga-Sanga memang tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi yakni penguasaan minyak mentah dan gas alam. Sanga-Sanga yang merupakan bagian wilayah Kabupaten Kukar, dengan luas wilayah mencapai 233,4 kilometer persegi, memang terkenal dengan kandungan minyak bumi dan gas alam, yakni sejak minyak sumur Louise pertama berproduksi tahun 1897. Karena itulah, Sanga-Sanga menjadi sumber ekonomi potensial bagi kolonial.

Sumur-sumur minyak pun dibangun untuk dieksploitasi. Dan kemudian kekayaan alam Sanga-Sanga tersebut diproduksi untuk kepentingan Pemerintah Belanda. Namun, rakyat Sanga-Sanga tidak menginginkan penjajahan dengan segala praktik penghisapan kekayaan alam terus terjadi. Perlawanan rakyat pun meletup. Para pembela Republik ini disadarkan, penghisapan, peminggiran, dan penjajahan dengan segala bentuknya harus dilawan. Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga adalah sejarah yang tidak cukup untuk sekadar dikenang bangsa Indonesia dan masyarakat Kaltim khususnya.

Kita seharusnya dapat belajar dari semangat rakyat ketika itu. Dengan komitmen yang mantap membela Tanah Air, kemerdekaan dan harga diri bangsa, bukan tidak mungkin, dapat dipertahankan. Dan rakyat Sanga-Sanga telah membuktikan dalam sejarahnya: kemerdekaan harus diperjuangkan. Setelah kemerdekaan diraih dan diproklamirkan para pendiri bangsa ini, apakah semangat Merah Putih, seperti yang pernah bergelora di Sanga-Sanga masih ada?

Ataukah semangat perjuangan itu hanya tinggal catatan sejarah dan kenangan?

Entahlah. Sulit untuk dijawab dan dipaparkan. Apalagi jika memotret Indonesia saat ini, dengan kondisi ekonomi yang masih menggantung dengan pihak Asing (kapitalisme-liberalisme). Dan dikuasainya (dijual) sejumlah bagian produksi penting negara ke swasta (pihak Asing) oleh Negara, menunjukan bangsa ini sebenarnya masih terjajah.

Penjajah baru (neokolonialisme) itu bernama kapitalisme-(neo)liberalisme. Penjajahan gaya baru itu memang tidak secara fisik menciptakan penderitaan rakyat. Cukup dengan menguasai pasar dan sejumlah cabang produksi untuk hajat hidup rakyat, ”penjajah” yang menggunakan sistem Pasar Bebas sebagai ”medan” perang ini, kemudian mengatur dan menguasai ekonomi bangsa-bangsa (Negara) berkembang yang tidak memiliki kemampanan sistem ekonomi.

Neoliberalisme sebagai paham ekonomi yang berkiblat pada sistem kapitalis perdagangan bebas, ekspansi pasar, privatisasi (penjualan) BUMN, deregulasi, merupakan sistem ekonomi yang bertujuan melakukan pengurangan peran negara dalam pelayanan publik. Dalam hal ini, pihak swasta (Asing) memegang peran pasar sekaligus kebijakan publik. Disinilah sistem hukum rimba diterapkan: yang kuat akan semakin kuat. Yang lemah akan semakin tertindas.

Soekarno, sang Praklamator Kemerdekaan Republik ini, dengan tegas pernah mengkritik sistem Barat tersebut dengan menyebut: Go to Hell with Your Aid. Dan dalam geloranya, Presidan Pertama Indonesia, ini pun dilain pidatonya, pernah mengatakan : ”Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak menjadi bangsa yang hidup hanya dari 2 setengah sen sehari”. Soekarno sangat sadar betul, nusantara ini dengan kandungan alamnya yang kaya dan secara geografis, merupakan wilayah kepulauan yang indah, harus diperjuangkan kemerdekaanya.
Hal ini yang (mungkin) membuat Soekarno tidak rela bangsa ini terus tertindas. Seperti kobaran semangat Rakyat Sanga-Sanga membela Tanah Air. Hingga darah terakhir pun, tekad (iman) membela Merah Putih tidak pernah pudar. Dan perlu dicatat, tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan. Tidak ada perjuangan tanpa semangat kebersamaan dan nasionalisme. Tanpa itu, rasanya kita sulit meraih kemerdekaan dari kungkungan neokolonialisme. Dan hal ini telah ditunjukan para pejuang Merah Putih ketika mengusir kolonial Belanda di Sanga-sanga dan mengantarkan Indonesia Merdeka.

Oke kita nikmati foto-foto dokumentasi ketika di sanga-sanga :

palagan-1

Sebelum start foto bareng dan dilepas Kapolsek Sangasanga AKP Dody Susantyoko dan Danramil Sangasanga Kapten Ceceng Sumarlan.

palagan-2Onthelis foto bareng di area Menumen Palagan, Sanga-sanga

slrc-1Anggota Samarinda Low Rider Community foto bareng dengan Danramil Sangasanga Kapten Ceceng Sumarlan dan Kapolsek Sangasanga AKP Dody Susantyoko

slrc-2Di depan Menumen Palaga. Anggota SLRC sedikit banget yang ikut, jadi ditambah temen dari anak BMX supaya tambah rame. Lain waktu diharap anggota SLRC bisa ikutan semua.

slrc-3Ada temen dari BMX Bandits Freestyle Samarinda juga diajakin ikut ke Sanga-sanga.

upacara1Upacara di Menumen palagan

penanaman-bibit-pohon1Penanaman bibit pohon dipimpin oleh Kapolsek Sangasanga AKP Dody Susantyoko, Danramil Sangasanga Kapten Ceceng Sumarlan dan Ketua KNPI Sangasanga, Novian Asnar.

startStart dilepas Kapolsek Sangasanga AKP Dody Susantyoko dan Danramil Sangasanga Kapten Ceceng Sumarlan dan Ketua KNPI Sangasanga, Novian Asnar.

sangasanga-11Peserta dari komunitas sepeda kurang lebih 60 orang

sangasanga21

sanga-sanga-31

sanga-sanga-41

lori-jalan-depan-kantor-camatDana dan Aan lagi lewat di depan kantor camat

sanga-sanga52

sanga-sanga-62

sanga-sanga-71

situsonthelis foto bareng di situs

sanga-sanga-81

penjara-tuaMampir ke penjara tua untuk foto bersama.

lori-nyantaiAnak-anak Samarinda Low Rider Community lagi nyantai di depan penjara tua

slrc

Anak-anak Samarinda Low Rider Community

sanga-sanga-92

taman-makam-pahlawanDi depan Taman Makam Pahlawan

sanga-sanga101Foto bareng di tugu Makam Pahlawan

sanga-sanga-11

sanga-sanga-13

syukuranSyukuran dengan Potong Tumpeng atas terbentuknya club onthel dari Sanga-sanga dengan nama Onthel 99 Club. Dihadiri oleh teman-teman dari Samarinda Low rider Community, Bubuhan Onthel Mahakam, dan Onthel 99 sebagai tuan rumah. Acara berlangsung di rumahnya Mas Dedi (Rumah dinas Pertamina). Selamat yaaaaa….

sanga-sanga-12Terima kasih juga kepada pihak Sponsor dari Telkomsel yang telah membantu dalam bentuk dana untuk kelancaran acara ke Sanga-sanga.


10 Tanggapan to “Komunitas Sepeda Onthel dan Low Rider Meriahkan Peringatan Merah Putih di Sangasanga”

  1. sangasanga JaYa slalu!!!!
    Rumah maz dedi itu dlu rumah q..hehehehehe….
    senengx,,, rumah q jd t4 sepeda onthel comunity…
    berguna bgt!!!

    sukses!

    • ohhh begitu toh

    • KAWAN-KAWAN SEPEDA LOW RIDER DI SAMARINDA (SAMARINDA LOW RIDER COMMUNITY) MENGUCAPKAN :

      SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H

      MINAL ‘ADIN WAL FAIZIN

      MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

      Kepada seluruh kawan-kawan pengunjung Blog ini, Penggemar sepeda-sepeda low rider / penggemar sepeda-sepeda modifikasi, komunitas-komunitas sepeda Low Rider dimanapun berada dan komunitas-komunitas sepeda lainnnya. Semoga persahabatan kita tidak pernah putus. Amien….

  2. mantap….salam dari kami onthel 99 club….kapan2 main lagi mas ke sangasanga

  3. @ mbak ruzma….iya mbak tu rumah bawa berkah banget….buktinya saya dapat benda pusaka…”sepeda Onthel “

  4. Selamat hari Raya saya ucapkan untuk warga onthel99, Melalui komunitas ini saya mohon bantuan kepada sdr2 yang ada disanga-sanga. saya jelaskan bahwa orang tua saya asli orang sanga-sanga yang lahir dan dibesarkan disanga-sanga hingga sampai akhirnya merantau dan berkeluarga di medan. Sekarang hubngan dengan kel yg disanga2 sudah terputus karena tidak ada yang dapat dihub, sehingga kami kehilangan kontak. untuk itu saya mohon warga onthel99 dapat membantu saya meneruskan kembali hub silaturrahmi yang terputus karena berjauhan. Sebagai informasi yg hanya dapat saya berikan Orang tua saya bernama Mohd Salman dan rumah kakek/nenek disanga2 yang saya tau dulunya pas didepan penjara jepang tua. (saya pernah sekali pulang kampung thn 90). Atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  5. […] Komunitas Sepeda Onthel dan Low Rider Meriahkan Peringatan Merah Putih di Sangasanga […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: