05. Seputar Pertanyaan Tentang Samarinda Low Rider Community (S.L.R.C)


SAMARINDA LOW RIDER COMMUNITY

Saya Bertanya, Saya Menjawab

Apa sih low rider itu?

Low rider kalau diartikan dari kamus bahasa Inggris per katanya Low = rendah dan Rider = pengendara. Masih kurang sempurna kalau di jabarkan pengendara rendah. Mungkin kalimatnya begini yang enak menurut saya : “Low rider itu bisa diartikan pengendara yang menggunakan kendaraan yang lebih rendah ukurannya dari pengendara kendaraan yang lain”. Ceper maksudnya. Kendaraan itu bisa macam-macam seperti mobil, sepeda motor dan sepeda. Asal bentuknya sudah berubah menjadi ceper, menjadi tidak normal lagi, menjadi berbeda dari produk aslinya atau produk kebanyakan lainnya bisa dikatakan low rider. Yang biasa kita tau atau lihat sebelumnya seperti mobil diceperin, motor diceperin, sepeda juga bisa diceperin. Ini sekarang yang kita pakai sepeda low rider atau sepeda ceper yang rangkanya dibuat rendah dari rangka pada umumnya. Mau tambah rendah lagi ganti saja garpu depan dengan garpu yang melengkung ke bawah ke depan (ngebent). Hasilnya kelihatan memanjang sepedanya tambah ceper juga tambah liar ngendalikannya, ini keunikannya. Kalau sudah begini mengayuh pedal hampir menyentuh tanah, jadi hati-hati dalam mengayuh, apalagi kalau ada belokan jangan dikayuh terus nanti bisa pedalnya menyenggol aspal. Harus disejajarkan dulu pedalnya untuk amannya baru kita miringkan body sepedanya sambil belok. Agak ribet sih memakai sepeda low rider ini tapi itu seninya.

Banyak orang pada saat melihat lowrider tetapi tidak mengerti asal-muasal, arti dan nilai yg terdapat didalamnya. Banyak yang mengadopsi intervensi dari Chicano yang mengakui berasal dari miliknya. Pada awal-awal muncul sebuah mobil, kebanyakan imigrant Chicanos dimana sangat miskin dan banyak yg bercocok tanam tidak memiliki banyak uang untuk membeli sebuah kendaraan. Beriring dengan waktu, orang Amerika kulit putih selalu membutuhkan kendaraan dengan model yg terbaru, katanya kendaraan dalam 2-3 tahun sudah tidak bagus lagi. Berdasarkan statement tersebut mereka melakukan trade in dengan kendaraan baru. Teori memiliki kendaraan yang baru, lebih mengkilap dan besar membuat musnahnya urutan sejarah dari sebuah kendaraan disana. Dikarenakan dalam Society mereka, semua barang haruslah disposable, replacable dan dengan expiration date. Sehingga muncul lah lowrider itu sendiri.

Dengan banyaknya trend menjual kendaraan yang sudah expired, sampai lah kendaraan tsb. di tangan orang-orang hispanic. Tak bisa dibayangkan orang-orang hispanic tersebut biasa melakukan convoy dengan jumlah banyak. Biasanya membawa banyak keluarga didalam satu kendaraan sehingga kendaraan menjadi sangat rendah (low) terhadap jalan. (oooh.. ini loh kenapa namanya lowrider). Lama kelamaan orang-orang chicano ini mengalami peningkatan financial maka kendaraan mereka di modifikasi secara classy restored (as before) dengan ditambah chrome, cat yang kental dan tentu saja karena mereka senang mengendarai secara lambat, slow and enjoy riding.. maka mereka mempertahankan konsep low profile dengan lowrider tersebut.

Yang menjadi inti dari munculnya movements ini adalah, sebuah kebanggaan yang didapat dari mempertahankan culture dan silsilah (sejarah) dari sebuah yang namanya kendaraan walaupun di dasari dari tingkat taraf hidup yang kurang. Pada pergerakan ini mempertahankan pola pikir dewasa dimana orang kulit putih Amerika selalu terhasut dengan produsen dan selalu menjadi konsumtif kepada barang-barang kapitalis. Tak hayal, kendaraan tua masih beroperasi secara layak sampai saat ini.

Pergerakan ini diawali pada tahun 1960 an di Amerika. sepeda low rider di perkenalkan oleh The “custom” king George Barris, sebelum menemukan sepeda low rider si Tuan King ini pekerjaanya adalah menceperkan mobil.

Lowrider bike, berawal dari model terkenal StingRay, yang pertama kali memperkenalkan basis dari lowrider bicycle yg menggambarkan kebanggan dari seluruh versi sepeda yg ada. Banyak yg menghabiskan ratusan dollar untuk mempercantik sepedanya agar bisa show off. Sehingga anak-anak muda di LA menghentikan aksi kriminalnya dan menyukai modifikasi sepeda daripada handal menggunakan senjata lebih baik handal dalam obeng (screwdrivers) dan ini merupakan sikap yg positif.

Apa saja sih jenisnya ?

Ada beberapa aliran yang menggolongkan low rider ini kedalam beberapa jenis yaitu clasic alias original, vegas alias continental dengan cirinya memakai ban serep di bagian belakang seperti vespa. Aliran lain membagi sepeda low rider ini menjadi low rider bicycle, chopper atau stretch dan beach cruiser.


Apa bedanya dengan sepeda yang lain?

Dari bentuk frame(rangka body) kebanyakan rangkanya melengkung. Model kebanyakan cenderung ceper, velg kebanyakan memakai ruji yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan sepeda yang lain. Ukuran ban ada yang memakai ukuran 18”, 20”, 24 “ dan 26’’ , mungkin tidak ada yang memakai ukuran 28”. Bentuk stang yang lebar dan tinggi menggantung. Rem selain memakai sistem rem terpedo, ada juga yang memakai rem cakram dan kanvas. Jarang sekali yang memakai rem jepit karena gesekan akan membekas di velg / lecet yang mengurangi penampilan dari velg. Selain menggunakan bangku model banana / pisang yang dilengkapi dengan senderan belakang (sissy bar) ada juga yang menggunakan bangku model ber per seperti bangku sepeda onthel. Untuk garpu low rider selain memakai springer ada juga yang memakai model garpu model chopper yang bentuknya panjang lurus, bisa memakai garpu sepeda gunung MTB model downhill dan kalau kurang pas bisa dimodifikasi.

Sepeda low rider bisa dibilang sepeda modifikasi, bisa dibuat sendiri sesuai keinginan hati, menuangkan ide kreatif berseni tinggi dalam pembuatan sepeda low rider.

Dimana bisa mendapatkan sepeda low rider?

Kalo untuk membeli yang sudah jadi full body baru keluaran pabrikan luar atau localan tidak ada yang menjual di samarinda. Paling Cuma spart partnya saja. Spart part bisa di dapat kan di tokonya Ko’ Aseng di Pasar pagi, nama tokonya saya lupa. Dekat simpangan lampu merah bersebelahan dengan distro. Lokasinya dari arah Bank BPD, Bank BCA, Bank Mandiri terus saja kearah sebelum lampu merah pasar pagi. Nanti kelihatan ada 2 toko sepeda, yang sebelahan dengan distro itulah tokonya Ko’ Aseng. Menjual spare part low rider buatan Taiwan tapi masih terbatas. Seperti Body ukuran 20 “, Velg ruji banyak, stang tinggi (ape hangger), ban (white wall tire), springer fork (garpu depan), senderan belakang (sissy bar), bangku model pisang (banana seat). Spare part onthel yang agak langka juga ada, tapi terbatas juga. Maklum onthel dan low rider masih langka tidak seperti jenis sepeda yang lain seperti BMX, sepeda mini, MTB, sepeda jengki dan lain-lain yang umum dipakai masyarakat sekarang. Harapan lain bila ingin mendapatkan sepeda low rider yaitu membeli sepeda low rider bekas dari anggota yang ingin menjual atau bisa juga dari orang lain yang bukan anggota, mesen dan beli lewat internet, ke Ace hardware Balikpapan ataupun hunting ke pulau jawa. Harapan terakhir adalah membuatnya sendiri untuk bagian-bagian seperti rangka body/frame, stang, garpu, sadel (banana seat), senderan belakang(sissy bar) atau bagian-bagian yang lain sebagai acessoris kalau memang bisa dibuat sendiri kanapa tidak. Bisa dari besi-besi bekas ataupun baru tergantung kondisi keuangan. Kalao untuk ban, spakbor, spion bisa beli. Asyiknya membuat sendiri itu ide kreatif kita bisa tersalurkan, impian-impian kita bisa kita wujudkan, mungkin bisa jadi tidak ada yang nyamain hasilnya. Kalo buatan pabrik pastinya gak cuma satu yang diproduksi pasti banyak, berarti kembarannya banyak. Kurang unik. Kecuali dimodifikasi beberapa bagian sehingga hasilnya gak sama lagi dengan keluaran pabrik. Kalo kita punya kesempatan mendapatkan low rider buatan jaman dulu yang masih asli semua, wah diusahakan dipertahanin keasliannya, paling kalau mau di cat ulang seperti aslinya atau dichrome lagi biar terlihat makin berkilau. Untuk harga sepeda low rider merk Michargi (dibuat oleh pabrik di cina tapi lisensinya Amerika) paling murah sekitar 2 jutaan lebih.

Apa sih yang unik dari sepeda Low Rider?

Keunikan sepeda low rider adalah dapat dibuat sendiri atau memodifikasinya berdasarkan ide kreatif sang pembuatnya. Demi mewujudkan mimpi-mimpinya tersebut dapat mencari ide-ide dengan cara browsing di internet ataupun mencari di majalah-majalah tentang low rider sebagai perbendaharaan dan bisa juga mendiskusikannya dengan teman-teman. Selain bisa untuk dipakai sebagai sarana transportasi, berolahraga bisa juga untuk sepeda contest, show bike, ketangkasan seperti low rider slalom contest, drag race, slow rider dan sebagai pajangan. Untuk yang ingin tampil beda dan selalu bergaya bisa menggunakan sepeda low rider kemanapun kau pergi.

Kontes Sepeda-sepeda Low Rider

Low Rider Slalom Contest

Apa ada komunitasnya?

Samarinda Low Rider Community terbentuk sejak bulan Agustus 2008. Tetapi sejak tahun 2007 an lori sudah diperkenalkan ke publik oleh beberapa teman dari distro scissors. Pada awalnya anggotanya hanya beberapa orang saja dan nama komunitasnya belum diperkenalkan ke publik. Sekarang SLRC anggotanya Sekitar kurang lebih 20 orang yang aktif untuk sementara. Tempat nongkrongnya biasa rutin pada hari Minggu sore di sekitar Gor Segiri, Samarinda, pada jam 16.00 sampai dengan jam 17.00, selanjutnya jalan-jalan sore keliling kota. Waktunya singkat sekali. Masih sedikit sekali anggotanya dibandingkan dengan komunitas-komunitas lain di daerah lain terutama di pulau Jawa. Kalau saya data untuk sementara ini sepeda low rider di samarinda ada sekitar kurang lebih 30 an sepeda, mungkin bisa lebih karena beberapa orang dianggota kita ada yang punya lebih dari satu sepeda. Ada juga beberapa orang di kota tepian ini memiliki sepeda low rider tapi belum gabung dengan komunitas kita, masih suka jalan sendiri-sendiri. Dalam SLRC tidak ada struktur organisasi tetap seperti adanya Ketua, Wakil Ketua, Bendahara, Sekretaris dan lain-lain. Paling kalo nanti ada event / kagiatan-kegiatan yang memang perlu adanya pembagian tugas-tugas demi suksesnya acara. Menurut saya yang dibutuhkan dikomunitas saat ini adalah kesetaraan tidak ada yang sok paling atas, paling tua dan paling yang lain sehingga semena-mena terhadap yang ada di bawahnya. Tapi ada yang cukup penting yaitu adanya orang yang berperan sebagai Pusat Informasi (Kalo ada kegiatan bisa memberikan informasi ke kawan-kawan lori), Bendahara (dipercaya memegang keuangan kas, dana yang diperoleh bisa dari sumbangan anggota atau dari sumber yang lain, dibutuhkannya dana apabila memang diperlukan untuk berbagai kegiatan yang memajukan komunitas). Penasehat (sangat dibutuhkan karena ide-ide atau saran-sarannya bisa untuk memajukan komunitas). Masalah ketiadaan struktur organisasi dalam komunitas ini tidak lah penting, yang penting adalah bisa saling bekerja sama, kesadaran akan tanggung jawab sebagai anggota low rider dalam perannya memajukan komunitas, bisa diajak untuk berdiskusi demi memecahkan masalah-masalah yang ada.

Harapan saya kalau punya waktu sempat-sempatkan lah untuk datang dan berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan / silaturahmi lah bagi para pecinta sepeda low rider, membuat jaringan pertemanan dan mengajak teman-teman baru untuk bergabung demi memajukan komunitas pecinta sepeda low rider. Kalo misalkan dirasa jauh banget dari rumah ke tempat tongkrongan sekitar 10 an kilo atau lebih bisa saja kan sepedamu dinaikkan ke motormu atau dimasukkan ke dalam mobilmu terus kamu bawa ke tempat tongkrongan, kalo memang malas atau tidak cukup waktu untuk menggenjotnya yang penting ada waktu untuk kumpul. Gak punya komunitas rasanya hampa banget seperti tidak punya teman yang sehobi, dipandang sebelah mata oleh orang lain, dianggap aneh sendiri dan lain-lain yang berbau negatif. Coba kalo kita mau bergabung dengan suatu komunitas seperti salah satunya komunitas low rider dan selalu aktif berkumpul dan mudah-mudahan orang memandangnya tidak sebelah mata lagi, sudah terbukti kan beberapa media cetak telah mengekspose komunitas kita seperti koran : Samarinda Post, Tribun kaltim, Kaltim Post. Dan apa yang dirasakan ketika nongkrong, sepeda dijejer banyak, diparkir rapi dan ketika jalan bareng rame-rame dengan penuh suka cita, masyarkat memperhatikan kita, kadang sampai stop dan turun dari motor untuk nanya-naya dengan kita dan kita membalasnya dengan senyuman dan menjelaskan sejelas-jelasnya. Kita merasakan sensasi-sensasi betapa asyiknya bersepeda bersama disenyumin orang, diberi acungan jempol, diteriakin orang “sepedamu gaul, keren, antik, unik, lucu, anti polusi” atau apalah yang membuat kita menjadi semakin bangga menggunakan low rider. Untuk berkenalan, sekedar tanya-tanya bisa menghubungi mad lori di tempat kerjanya Wartel / Warnet Sumangat, Jl. KH. Agus Salim No. 35 Samarinda, No. Hpnya 08152050353 / 081347655026 atau kalau ingin bergabung dengan teman-teman low rider langsung saja ke Gor Segiri, Samarinda.

Siapa saja sih pengguna low rider?

Bisa siapa saja tidak ada diskriminasi. Kaum perempuan, kaum pria, anak-anak, remaja, dewasa, kalau kakek nenek yang mau tampil beda sah-sah saja bila ingin mengenang masa-masa lalu, kan low rider ada yang model classic keluaran model jaman dulu. Dari status sosial kalangan bawah, menengah dan atas silahkan untuk berlow rideran ria karena apabila tidak sanggup beli buatan pabrik apalagi dari buatan luar negeri yang harganya lumayan ngures kocek, low rider bisa dibuat sendiri atau memodifikasinya. Di dalam komunitas kita sekarang kebanyakan yang memakai low rider adalah kaum pekerja dan ada yang pelajar, mahasiswa tapi ada juga yang pejabat.

Apa ada batas usia bagi yang pengguna sepeda Amrik ini?

Tidak ada batasannya mulai dari anak sekolah SD, remaja, dewasa. Semuanya cocok. Malah ada beberapa anggota low rider sudah berkeluarga dan punya anak. Kadang kalau hari libur atau tidak ada kerjaan sekeluargaan bersepeda bersama. Asyik kan.

Apa sih tujuannya komunitas low rider?

Sebagai wadah untuk berkumpulnya para pecinta sepeda low rider untuk saling bertukar pikiran tentang pembuatan dan modifikasi sepeda low rider serta menjalin hubungan pertemanan, baik itu dalam komunitas Low rider juga dengan komunitas lainnya dan yang mendukung gerakan membudayakan kampanye bersepeda sebagai kegiatan untuk bersenang – senang sambil berolah raga, penghematan energi BBM, mengurangi polusi udara dan juga suara sehingga dampak dari pemanasan global (global warming) dapat sedikitnya dikurangi. Low rider sebagai kendaraan ramah lingkungan mendukung kegiatan-kegiatan yang mengangkat isu-isu lingkungan dan kegiatan-kegiatan sosial yang dijalankan berdasarkan keinginan komunitas ini.

Bagaimana cara merawatnya?

Cara merawatnya mudah saja. Harus sering di lapin biar kinclong selalu. Untuk bagian-bagain yang berbahan chrome boleh diberi bahan untuk mengkilatkan seperti : autosol contohnya. Untuk ban boleh dioleskan bahan seperti : kit untuk ban, biar ban tetap bersih, hitam berkilau. Untuk mebersihkan full body tidak harus selalu disiram atau dicuci, kecuali sepeda dipakai hujan-hujanan sehingga banyak pasir atau lumpur menempel dan cepat-cepat dibilas dengan air bersih lalu dilapin dengan kain yang lembab (pakai kanebo). Semua ini dimaksudkan supaya low rider selalu terlihat cantik, bersih, terawat, pokoknya terlihat blink-blink lah. Untuk bagian-bagian lain seperti rantai, gir merawatnya dengan diminyakin boleh memakai chainlube dan dilapin merata dengan kain supaya minyak tidak berhamburan ke mana-mana ketika rantai berjalan atau kalau kita sedang menjalankan sepeda. Jikalau ada bagian – bagain sepeda yang kurang kencang, kurang stel atau kocak cepat–cepat dicek agar tidak merembet ke bagian-bagian lain yang nantinya sepeda tambah rusak atau tidak nyaman untuk dikendarai. Kalau memang harus diganti, diganti saja dengan alat- alat yang baru.

S.L.R.C. pernah ikut dalam kegiatan apa saja?

Diantaranya adalah :

1. Peserta Pawai HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 63.

2. Diundang meramaikan acara donor darah yang diadakan oleh Bank Indonesia. Nama acaranya Dracula Night.

3. Ikut membantu dalam Pembagian sembako murah dan buka puasa bersama yang diadakan oleh Bank Indonesia.

4. Telkomsel Simpati Zone Biking Adventure di Kebun Raya Samarinda.

5. Komunitas Sepeda Diundang Untuk Aksi Sosial yaitu Pembagian Takjil keliling pada bulan puasa 2008 yang diadakan oleh Telkomsel dan dilanjutkan buka puasa bersama di Hotel Borneo bersama komunitas sepeda samarinda.

6. Galang Dana Korban Banjir yang diadakan oleh Sapos-Fizz Prod.

7. Bersama Komunitas Sepeda Peringatkan Tentang Global Warming.

8. Meramaikan acara sepeda gembira “Angkasa Fun Bike”, Minggu, 14 Desember 2008.

9. Memajang sepeda pada acara Konser Nasyid di Ballroom Hotel Mesra, Samarinda. Dan lainnya masih banyak lagi.

Apa sih harapan di komunitas S.L.R.C.?

Makin banyak yang suka dan memakai sepeda (sepeda apa saja) dalam berbagai aktifitas seperti : berangkat kerja pake sepeda, ke sekolah pake sepeda, olah raga pake sepeda, jalan-jalan pake sepeda dan lain-lain. Munculnya komunitas-komunitas sepeda di berbagai daerah terutama di samarinda seperti contohnya : komunitas Bike To School, Bike To Rock dan lain-lain. Dan diantara komunitas diharapkan untuk dapat menjalin jaringan pertemanan sehingga budaya bersepeda lebih dapat memasyarakat atau lebih dapat tersosialisasikan ke semua lapisan masyarakat. Yang pada akhirnya akan banyak manfaat di dapat seperti masyarakat jadi sehat, lingkungan jadi sehat karena polusi agak berkurang, menambah pendapatan bagi pemilik toko sepeda, membuka lapangan-lapangan pekerjaan seperti contohnya : munculnya bengkel-bengkel perbaikan dan pembuatan sepeda seperti sepeda low rider, menjadi lebih mudah untuk membuat event-event bertemakan sepeda karena banyak dibantu oleh teman-teman komunitas sehingga akan lebih sering acara yang berbau sepeda dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Terima kasih.

Samarinda, 01 Januari 2009.

MAD LORI

Hp. : 08152050353

Email / Fs : mad_hc_bajak@yahoo.co.id

Email / Fb : samarinda_lowrider@yahoo.co.id

Blog : https://samarindalowridercommunity.wordpress.com


4 Tanggapan to “05. Seputar Pertanyaan Tentang Samarinda Low Rider Community (S.L.R.C)”

  1. banyak bener pertanyaan apalagi jawabannya. bener-bener lengkap banget. ini baru artikel kali ya

    • terserah aja yang mau bilang apa, kita cuma mau sedikit cerita, agar komunitas ini banyak yang tau

  2. Mulai minggu sore kemaren tgl. 26 September 2010. Kumpulan kawan-kawan low rider Samarinda di depan Islamic Center. mulai kumpul dari jam 16.30 sampai senja. setelah itu dilanjutkan bersepeda kelilling kota (night ride).

  3. yang mau sampai senja juga boleh kalo ada keperluan lainnya silahkan meninggalkan tongkrongan. kawan-kawan lainnya banyak yang meneruskan bersepeda malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: