SLRC Galang Dana Korban Kebakaran Di Lambung Mangkurat


Mohon maaf, saya baru bisa mempublikasikan berita ini, karena kemarin-kemarin saya masih sibuk memuat artikel dan mengupload foto-foto di situs onthel BOM http://onthelissamarinda.wordpress.com. Walaupun beritanya terlambat, mungkin sedikit berguna untuk informasi apa yang telah dilakukan kawan-kawan Samarinda Low Rider Community selama ini.

gd 5Oke kawan-kawan, mengenai berita kebakaran di Lambung Mangkurat yang terjadi ketika warga sedang terlelap tidur, Selasa (28/7) pukul 02.00 Wita. Sebanyak 162 rumah di Jl Lambung Mangkurat ludes terbakar dan 300 kepala keluarga (KK) atau 814 jiwa kehilangan tempat tinggal. Warga berdiam di Gg Adam, Gg Eva, Gg 10 dan Gg 02 yang terdiri dari dua RT yakni RT 10 dan RT 11 Jl Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Utara. Rata-rata rumah-rumah di sini berdempetan dan banyak yang terbuat dari kayu.

Mengenai sebab-sebab kebakaran masih diseliki oleh Pihak Berwajib, Kepolisian. Menurut informasi warga ada sebab kebakaran diantaranya ledakan tabung gas yang diberikan Pemerintah ada yang bocor. Dan ada juga isunya dibakar orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari berita tersebut yang pada akhirnya menggugah hati naluri kawan-kawan untuk mencoba membantu sedikit meringankan korban kebakaran tersebut. Beberapa kawan-kawan dari anggota Samarinda Low Rider Community sepakat dan berkumpul kemarin pada bulan Agustus tepatnya Tgl. 01 Agustus 2009 di Gor Segiri, Sore hari kurang lebih jam 17 an. Kita akan mengadakan Galang Dana Untuk Korban Kebakaran di Lambung Mangkurat. Dana yang ingin kita kumpulkan bukan hanya dari kawan-kawan Samarinda Low Rider Community saja tapi juga terbuka untuk masyarakat luas yang ingin membantu. Aksi yang kita telah rencanakan dari pembicaraan-pembicaraan kami yaitu bersepeda menggunakan sepeda Low rider kita dari tempat tongkrongan kita Gor Segiri menuju 3 titik perempatan Lampu Merah.

Pertama yaitu : Basuki Rahmat-Agus Salim-Abdul Hasan. Sepeda diparkir rapi ditrotoar jalan dan ada pembagian tugas masing-masing yaitu ada bagian yang menjaga sepeda, ada bagian yang membawa kotak-kotak sumbangan sukarela berikut pengawalnya, ada yang ngumpulin hasilnya, ada yang bawa kamera untuk dokumentasi. Diperkirakan setiap Perempatan Lampu Merah aksi berlangsung maximal setengah jam.

Setelah itu kami menuju perempatan lampu merah yang kedua yaitu Basuki Rahmat-Bhayangkara (dekat SMP 1). Setelah selesai kami ngelori ke Perempatan terakhir di Simpangan Lampu Merah Bunderan Mall Lembuswana dan aksi berakhir malam minggu kurang lebih sampai jam 20 an, cara-cara yang dilakukan sama seperti yang diatas.

Dana yang terkumpul hampir 1 Jutaan yang paling banyak dari sumbangan masyarakat yang melintas, lumayan untuk aksi kali ini dan baru pertama kali kami lakukan. Setelah acara ini kami sepakat untuk menyumbangkan hasil yang didapat berupa Buku-buku dan alat-alat tulis sekolah ke posko-posko yang nantinya disalurkan ke warga dan ada juga yang langsung ke warga. Tidak cuma itu saja kami juga menerima Pakaian bekas layak pakai dari anggota dan sumbangan dari Bung Dimas Tatto dan kawan-kawan Bulenya berupa Mie Instan beberapa dus dan Tahu buatan sendiri. Tapi sangat disayangkan ketika kita mendistribusikan barang untuk korban kebakaran tidak ada yang mendokumentasikannya, karena lupa bawa kamera.

Aksi yang baru pertama kali dilakukan ini masih belum terkoordinir dengan baik dan kami akan evaluasi kembali, supaya besok-besok kalo ada kejadian serupa tidak mengulang kesalahan yang sama. Tak Lupa kami ucapkan Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kawan-kawan Samarinda Low Rider Community dan masyarakat luas yang juga peduli saling membantu. Walaupun tidak banyak sumbangan ini sangat berarti sekali bagi korban. Dan mudah-mudahan segala perbuatan baik yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT, Amien.

Oke selanjutnya kita lihat foto-foto teman-teman yang mengadakan aksi di lapangan :

galang dana 4Kotak sumbangan seperti ini yang telah ditempeli pamplet logo dan bertuliskan “SUMBANGAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI LAMBUNG MANGKURAT” dan juga ada tulisan kalo kita sudah punya Situs Blog : https://samarindalowridercommunity.wordpress.com untuk tempat menerima sumbangan dari warga yang peduli. Mungkin ini juga salah satu cara mengenalkan komunitas kita.


gd 5Masih menunggu anggota yang lain yang belum datang.

gd 6Dirasa cukup anggota kami rapat sebentar dan ditutup dengan doa bersama menurut kepercayaan masing-masing untuk memohon kelancaran dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT selama aksi nanti berlangsung.

gd 7Kalo masih ada yang belum mengerti atau mau ngasi ide yang lain ? Silahkan. Oke langsung setelah ini menuju perempatan lampu merah Pertama di Jl. Agus Salim-Basuki Rahmat-Abdul Hasan.

gd 9Di Perempatan lampu merah Pertama di Jl. Agus Salim-Basuki Rahmat-Abdul Hasan. Sepeda di parkir rapi di trotoar jalan dan ada yang bertugas untuk mengawasi.

gd 10Kawan-kawan sedang menjalankan aksi yang baru pertama kali ini dilakukan. Masih kurang berpengalaman dalam hal menarik sumbangan, agak bingung, harus waspada terhadap kendaraan di jalan dan memperhatikan traffic lights.

gd 11Masyakat sebenarnya ada yang percaya dan ada yang tidak percaya dengan aksi kita artinya masih banyak yang mempertanyakan ini kelompok apa minta-minta sumbangan di jalan dan memanfaatkan situasi yang terjadi. Modal kita supaya masyarkat percaya hanya sepeda-sepeda kita yang kita jejer rapi di pinggir jalan dan kita hanya bisa menjelaskan lewat pamplet yang tertempel di dus sumbangan dan berkata kalo kita anak sepeda low rider. Lihat lah Bapak Polisi Lalu lintas yang jaga di pos Agus Salim-Basuki Rahmat ikut juga berpartipasi.

gd 12Lihat lah penampilan kita, apa yang bisa menjelaskan kelompok kita kalo bukan hanya beberapa sepeda yang terparkir rapi. Tidak seperti orang-orang membawa bendera organisasi, jaket almamater, atao baju/kaos seragam. Karena kita juga belum punya itu semua.

gd 13Persiapan dan pembagian tugas. Ini di Perempatan lampu merah yang kedua persis di dekat SMP 1 di Jl. Basuki Rahmat-Bhayangkara. Sepeda-sepeda Lori di parkir rapi di trotoar jalan. Ada yang bertugas mengawasi sepeda-sepeda.

gd 14Harus berani kalian, harus ramah juga dengan pengendara kendaraan. Jangan lupa harus hati-hati juga terhadap kendaraan yang melintas dan berhenti.

gd 15Maghrib telah datang, suasana mulai gelap, kita stop dulu aksi kita karena biasanya kalo maghrib jarang yang melintas dan kita kumpulkan uang dari kotak sumbangan. Lumayan lah untuk saat ini yang telah didapat. Terima Kasih kepada semua masyarakat Samarinda yang peduli.

gd 16Yang melelahkan bukannya bersepedanya tapi menjalankan kotak sumbangan ke warga. Tenggorokan haus banget rasanya, lebih baik maghrib ini kita istirahat dulu, untuk masalah air minum atau cemilan itu dari patungan uang masing-masing anggota bukannya mengambil dari uang sumbangan warga.

gd 17Manfaatkan waktu dengan berfoto ria, lokasi di daerah ini agak gelap karena lampu penerangannya tidak berfungsi baik, jadi kurang baik juga untuk galang dana. Gelap akan rawan dari apapun, rawan ketabrak, masyarakat mungkin juga takut ngeliat aksi kita. Oke kita akan berangkat ke titik terakhir Perempatan Mall Lembuswana.

gd 18Tapi yang sangat melelahkan ngelori dari titik ke 2 ke titik ke 3, lumayan jauh jaraknya. Di titik terakhir Perempatan Lampu Merah Mall Lembuswana, kita sampai kurang lebih jam 19 lewat, malam minggu lagi. Walaupun perut mulai kelaperan malam ini harus selesai aksi kita. Oke Parkir sepeda di trotoar jalan, istirahat sebentar, mulai aksi turun ke jalan ngajakin warga untuk perpartisipasi dan jangan lupa ada yang ngawasi sepeda.

gd 21Kenapa ya kalao kaum Hawa mengajak warga ikut berpartisipasi lebih mendapat respon dari warga ketimbang kaum Adam ?

gd 19Kalian jangan lama-lama begaya di situ, kasian tuh anjal, penjual koran, penjual asongan enggak dapat pemasukan, hehehehehehe.

gd 20Emang harus ada ceweknya nih, sebab kalo cowok aja enggak bakal dianggep sepertinya.

gd 22Awasin Ardy kalo ada cowok yang usil gangguin anggota lori cewek pelototin aja ampe kaca mata lo lepas. Hati-hati malam minggu jalanan makin ramai, kendaraan mulai memadati kota.

gd 23Ahhh udah capekkkk, enggak tahan ampe malam begini, entar dicariin ortu lagi, dikira anak ilang, hehehehe. Ayo cepet kita itung dana yang didapat. Wah total semua hampir 1 Jutaan. Alhamdulillah cukup untuk dibelikan buku-buku dan alat-alat tulis untuk anak sekolah, korban kebakaran banyak juga yang masih sekolah. Kalo bentuknya makanan sembako udah banyak yang nyumbang.

gd 24Sebelum bubaran kita foto-fotoan dulu deh untuk kenang-kenangan keluarga di rumah, hehehehe. Cepat-cepat lah pulang untuk makan malam agar kesehatan anda terjamin. Istirahat yang cukup untuk hari esok yang telah menanti. Terima kasih untuk kawan-kawan semua yang peduli membantuin acara galang dana ini dan juga masyarakat umum yang juga ikut berpartisipasi menyumbangkan sebagian hartanya. Semoga kepedulian kita semua, perbuatan baik yang kita lakukan dengan ikhlas mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, Amien.

Ketika besok hari minggu sore di tongkrongan Gor Segiri banyak yang enggak hadir ngelori, kawan-kawan kecape’an sepertinya.


4 Tanggapan to “SLRC Galang Dana Korban Kebakaran Di Lambung Mangkurat”

  1. smoga ga’ ada lagibencana2 yg terjadi di samarinda…..
    amiiiiiiiiiiiiiiiiiin

  2. salut deh buat anak low raider samarinda. . , udah mau membantu para korban bencana kebakaran di lambung. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: